Minggu, 29 April 2012

PENDEKATAN-PENDEKATAN KONSELING

PENDEKATAN-PENDEKATAN KONSELING
Pendekatan konseling (counseling approach) disebut juga teori konseling merupakan dasar bagi suatu praktek konseling. Beberapa pendekatan konseling, meliputi :
·      Pendekatan psikoanalisis, yang dipelopori oleh Sigmung Freud (1896). Dalam gerakannya psikoanalisis mempunyai tiga prinsip, yakni :
-          Prinsip konstansi, bahwa kondisi psikis manusia cenderung dalam keadaan konflik yang permanen.
-          Prinsip kesenangan, bahwa kehidupan psikis manusia cenderung menghindarkan ketidaksenangan dan sebanyak mungkin memperoleh kesenangan (pleasure principle).
-          Prinsip realitas, yaitu prinsip kesenangan yang disesuaikan dengan keadaan nyata.
·      Terapi pusat pada konseli (client centered therapy), yang dipelopi oleh Carl R. Rogers (1942), sering juga disebut Psikoterapi Non Directive adalah suatu metode perawatan psikis yang dilakukan dengan cara berdialog antara konselor dengan konseli, agar tercapai gambaran yang serasi antara ideal self (diri konseli yang ideal) dengan actual self  (diri konseli sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya). Ciri terapi ini, meliputi :
-          Ditujukan pada konselli yang sanggup memecahkan masalahnya agar tercapai kepribadian konseli yang terpadu.
-          Sasaran konseling adalah aspek emosi dan perasaan (feeling), bukan segi intelektualnya.
-          Titik tolak konseling adalah keadaan individu termasuk kondisi sosial-psikologis masa kini (here and now), bukan masa lalu.
-          Proses onseling bertujuan untuk menyesuaikan antara ideal-self dengan actual-self.
-          Peranan yang aktif dalam konseling dipegang oleh konseli, sedangkan konselor adalah pasif-reflektif.
·      Terapi Gestalt, yang dipelopori oleh Federick S. Pearl (1894-1970) yang didasari oleh empat aliran yakni psikoanalisis, fenomenologis, dan eksistensialisme serta psikologi gestalt. Menurut Pearls individu itu selalu aktif sebagai keseluruha. Individu yang sehat adalah yang seimbang antara ikatan organisme dengan lingkungan. Karena itu pertentangan antara keberadaan sosial dengan biologis merupakan konsep dasar Terapi Gestalt. Menurut Pearls, banyak sekali manusia yang menanyakan apa yang seharusnya daripada menyatakan apa yang sebenarnya. Perbedaan aktualisasi gambaran diri dan aktualisasi diri benar-benar merupakan kritis pada manusia itu.
·       Terapi Behavioral, barasal dari dua arah konsep yakni Pavlovian dari Ivan Pavlov dan Skinnerian dari B.F. Skinner. Dasar teori ini adalah bahwa perilaku dapat dipahami sebagai hasil kombinasi :
-          Belajar waktu lalu dalam hubungannya dengan keadaan yang serupa.
-          Keadaan motivasional sekarang dan efeknya terhadap kepekaan terhadap lingkungan.
-          Perbedaan biologik beik secara genetik atau karena gangguan fisiologik.
·      Logo Therapy Frankl, dikembangkan oleh Frankl (1938). Terapi Logo bertujuan agar dalam masalah yang dihadapi konseli dia bisa menemukan makna dari penderitaan dan kehidupan serta cinta. Dengan penemuan itu konseli akan dapat membantu dirinya sehingga bebas dari masalah tersebut.
·      Rational Emotive Therapy (RET), dikembangkan oleh seorang eksistensialis Albert Ellis (1962). Bertujuan memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan, serta pandangan konseli yang irasional menjadi rasional, sehingga ia dapat mengembangkan diri dan mencapai realisasi secara optimal.

0 komentar:

Poskan Komentar